Jumat, 28 Februari 2014

Tasya Meet Suju



Lama tidak melihat super junior, membuatku kembali terpukau malam ini. Penampilan mereka di super show 5 in jakarta, membuat aku merasa jatuh cinta lagi. Sempat aku merasa tidak suka kepada super junior. Namun malam ini ketika aku melihat penampilan mereka di tv kesayanganku RCTI, membuktikan bahwa super junior masih menempel erat di hatiku.
Terkadang aku merasa sedih dan marah ketika harus menerima kenyataan bahwa, aku hanya bisa melihat mereka di rumah. Melihat wajah mereka yang tampan, mendengar suara mereka yang merdu, hanya lewat tv kecilku yang sudah mulai kusam.
Kalau saja aku terlahir di keluarga yang kaya, aku pasti akan melihat penampilan langsung mereka tepat di depan mataku. Agar aku bisa melihat wajah asli mereka tanpa melalui tv kecilku lagi. Dan, mungkin aku dapat berjabat tangan langsung dengan para member super junior. Seperti yang dilakukan oleh para penggemar yang melihat konser mereka secara langsung.
Namun, apa boleh buat aku terlahir sebagai anak sederhana. Yang semua uang hasil keringat ayah hanya untuk makan dan menyekolahkan aku saja. Jadi, bertemu dengan super junior secara langsung adalah impian yang mustahil. Untuk itu aku hanya bisa berharap, agar super junior bisa mampir di mimpiku dan berjabat tangan denganku.
Walaupun itu hanya mimpi namun aku tetap senang. Aku tak mau hadiah apapun dari seseorang. Aku hanya meminta satu hadiah saja. Yaitu, aku ingin pergi ke korea agar aku bisa bertemu dengan super junior disana, sebelum aku menutup mataku.
(13 juni 2013, seoul korea selatan)
Khyuyun: “ya hyoung, aku dengar ada ELF Indonesia yang sakit parah. Dan ia memiliki permintaan terakhir yaitu ingin bertemu kita.”
Shiwon: “jongmaleyo? kereso, apa kita perlu menjenguknya?”
Sungmin: “otokeyo? kita masih banyak perfom yang belum kita lakukan di bulan ini.”
henry: “bancaeyo, kita sama sekali tidak punya waktu. Jadwal kita padat di bulan ini.”
Tiba-tiba personil super junior yang lain hadir di sela-sela latihan mereka.
Kangin: “urenmane semuanya, wekere, busuniseoso?”
Shiwon: “hyoung, ada ELF indonesia yang sakit parah, dan ia ingin bertemu dengan kita. Hajiman, kita tidak punya waktu di bulan ini.”
Khyuyun: “ne bancaeyo, kita tidak punya waktu. Opsoeyo, opso!”
Shindong: “wae? Kitakan bisa mengunjunginya di bulan depan.”
Sungmin: “andweyo, masalahnya ia hanya bisa bertahan di bulan ini saja, genyang di bulan ini saja.”
Unyhuk: “jika boleh tau, dia sakit apa?”
Kyuyun: “dia sakit kangker stadium akhir.”
zaomi: “kereso, senggake kita perlu menjenguknya. Apalagi ini adalah permintaan terakhirnya, apa kita tega?”
Reywook: “bancaeyo, tanpa ELF kita tidak bisa seperti sekarang ini.”
Henry: “o aku tau, bagaimana kalau kita tunda saja perfom kita di Hongkong selama satu hari. Aku dengar direktur belum menandatangani kontrak.”
Siwon: “daebak, kau pintar henry. Ok, kita coba berdiskusi dengan direktur. Semoga saja apa yang kita rencanakan dapat ia kabulkan.”
Siwon beranjak dari tempat duduknya, dan tengah pergi meninggalkan ruangan.
Kangin: “ya! odiga?”
Shiwon: “ya hyoung!, yang pasti aku akan menemui directur untuk membicarakan masalah ini. Masa mau makan malam.”
Kangin: “aigoo chica, anak ini sangat sentimental. Gacigayo!”
Shiwon dan kangin meninggalkan ruang latihan untuk bertemu dengan direktur
Kyuyun: “lihat! Aigoo, mereka seperti kucing dan anjing saja. Cat and dog corom. Selalu bertengkar.”
Unyuk: “kau salah, ajumma ajussi chorom. Ije bancaeyo.”
(hahahahaha)
(15 Juni 2013, jakarta)
Memandangi langit biru tampaknya sangat menyenangkan. Bermain di taman rumah sakit sepertinya juga sangat mengasyikkan. Andaikan aku bisa bangun dari tempat tidur ini, pasti aku akan dapat menikmati semua itu. Huh, mama menangis lagi di luar. Kenapa ia tidak menangis di hadapanku saja. Padahal aku ingin menangis bersamanya, aku juga ingin menangis sesekali.
(krek-krek) Suara pintu terbuka
“kau belum tidur?”
“belum ma.”
“mama sudah berusaha membujuk dokter supaya kau diijinkan pergi ke korea untuk melihat konser super junior, namun itu sangat sulit tasya sayang. Kondisimu sangat tidak memungkinkan untuk berada di pesawat. Apalagi harus berdesak-desakkan dengan para penggemar super junior di konsernya nanti. Maaf, mama tidak bisa mengabulkan permintaanmu ini.”
Aku tau mama sudah berusaha keras. Itu sudah cukup buat tasya. Mama adalah ibu terbaik di dunia.
“mama sungguh sangat menyesal, mama minta maaf tasya.”
“tidak bertemu super junior juga tidak apa-apa, yang penting mama akan menemani tasya di saat-saat terakhir tasya.”
“kenapa kamu bilang begitu tasya, kamu akan tetap hidup. Kamu tidak akan meninggalkan mama.”
“kemarin tasya bermimpi bertemu dengan papa. Papa menggandeng tangan tasya mama, lalu papa tersenyum dan mengajak tasya kesebuah tempat yang indah.”
“tasya mama mohon jangan berkata seperti itu. Papa pasti ingin kamu tetap hidup. Maka dari itu ia menemuimu dalam mimpi. Mama tidak mau kehilangan orang yang mama cintai untuk kedua kali. Cukup papamu saja.” terisak dan menangis
“mama jangan menangis. Tasya akan berusaha.”
(krek-krek) tiba-tiba pintu kembali terbuka. Tasya terkaget-kaget melihat apa yang ia lihat saat ini. Seperti mimpi, super junior berada disini.
Kangin: “tentu saja, tasya harus berusaha.” (aksen indonesia)
Semua personil super junior datang ke rumah sakit tempat tasya dirawat. Satu persatu personil super junior memeluk tasya. Tasya tersenyum sambil menangis. Ia tidak menyangka kini super junior berada tepat di depan matanya. Dan ia bisa menyentuh tubuh mereka. Ini bukan mimpi, batin tasya.
Walaupun tasya tidak bisa berbahasa korea, namun setiap kata yang disampaikan super junior dapat dimengerti tasya. Dengan senyum lebar menghiasi wajah tasya, semua orang yang berada di ruangan itu terharu. Banyak wartawan dari korea dan indonesia memotret kebersamaan mereka.
Super junior berusaha menghibur tasya. Mereka bergantian menghibur tasya. Ada yang menyanyi, menari, melawak dan lain-lain. Tasya teryawa, ia tidak menampakkan wajah kesakitanya yang selama ini selalu menghiasi wajahnya. Semua orang terharu ketika tasya menceritakan kenapa ia sangat ingin bertemu dengan super junior.
Satu tahun yang lalu, Ketika super junior mengadakan super show 4 in jakata. Tasya dan papa tasya berencana akan melihat konser itu. Namun diperjalanan, maut menjemput papanya. Sebuah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa papa tasya. Sepeda montor yang ia tumpangi bersama papanya ditabrak sebuah truk besar bermuatan pasir. Tasya selamat, namun tidak untuk papanya.
Semua orang menangis. Termasuk tasya sendiri. Super junior terharu, dan mereka tidak menyangka ada hal yang tidak mereka ketahui dibalik meriahnya konser mereka 1 tahun yang lalu.
Tasya berfoto dengan super junior, dan menyerahkan sebuah kotak kado yang sudah ia siapkan untuk bertemu dengan super junior di konser mereka tahun lalu, yaitu super show 4. Lagi-lagi semua orang dibuatnya menangis melihat keluguan tasya, anak berusia 15 tahun yang harus berusaha menahan sakitnya, dan berkeinginan untuk bertemu dengan super junior.
(17 Juni 2013, jakarta)
awan mendung menghiasi kota jakarta, rintik-rintik hujan terjun bebas dari langit. Dingin, menyeruak di sela-sela kulit. Sepertinya alam menangis untuk acara pemakaman hari ini. Kerumunan orang yang hadir di pemakaman mulai meninggalkan tasya sendiri. Hanya ada mama yang masih setia menemani tasya. Walaupun tasya sudah meningal, namun bagi mama tasya masih hidup di dunia ini. Hanya saja ia tidak dapat melihatnya.
Setelah menahan air hujan di kepalanya, akhirnya mama meninggalkan tasya. Mama mengecup nisan putih yang bertuliskan tasya adiameka, wafat 17 juni 2013. Dengan langkah lunglai mama mulai meinggalkan makam tasya. Dengan hati yang berkecamuk, mama mulai mengikhlaskan kepergian tasya.
Dari kejauhan, di balik pohon dekat makam tasya, tasya terlihat tersenyum kepada mama. Lalu sepasang tangan merangkul pundaknya, lalu menggenggam tangan tasya, tangan itu mengajaknya pergi dari tempat ia mengamati mamanya. Sekarang tasya bahagia. Ia tidak perlu lagi tersenyum kepada siapapun disaat ia tidak ingin tersenyum. Papa Tasya menggandeng erat tangan tasya dan memberikan senyuman manis kepadanya.
(17 juni 2013, soul korea selatan)
Di ruangan yang penuh dengan bunga putih, semua orang memberi penghormatan terakhir untuk tasya. Terlihat juga seluruh personil super junior yang hadir memberikan penghormatan terakhir. Lalu, satu persatu pelayat meninggalkan ruangan itu, termasuk semua personil super junior. Tinggallah foto cinta berumur 13 tahun yang tergantung di pekarangan bunga. Dari kejauhan di dekat pintu, terlihat tasya dan papanya tersenyum. Lalu mereka melangkahkan kaki meninggalkan ruangan itu.
Semenjak kejadian super junior mengunjungi tasya, dan kisah kematian tasya yang menyedihkan. Semua media di dunia menyoroti peristiwa itu. Bahkan ratu inggris pun menagis melihat tayangan tasya bertemu dengan super junior. Youtube juga kebanjiran permintaan untuk menayangkan video itu. Dan akhirnya video yang berjudul tasya meet suju, dapat menyedot pengunjung youtube sebanyak 10.000 pengunjung hanya dalam 3 hari. Seluruh dunia membahas betapa kasihannya seorang tasya, dan betapa perhatianya super junior terhadap fansnya. Dunia dibuat menangis hanya dengan sebuah cerita dari seorang tasya.
Lalu akhirnya pihak super junior, dan para ELF di seluruh dunia menetapkan 17 juni adalah hari berkabung para ELF diseluruh dunia. Hal itu juga membuat para idol di seluruh dunia terbuka hatinya untuk tidak sombong dan selalu berusaha menyayangi para fansnya. Semenjak ditetapkanya 17 juni sebagai hari berkabung para ELF di seluruh dunia, makam Tasya tak sepi oleh pelayat dan karangan indah berbagai jenis bunga.
Kisah ini bisa menginspirasi kita sebagai remaja yang menyayangi idol kita. Kita tidak perlu memaksakan diri kita untuk menonton konser mereka jika kita tidak mampu. Cukup dengan memberikan cinta yang tulus untuk idol kita, dan selalu mendukung apa saja yang mereka lakukan asalkan semua yang mereka lakukan adalah hal yang positif. Dan yang terpenting jika suatu saat nanti idol kita terkena musibah atau sudah tidak populer lagi seperti saat ini, kita harus selalu tetap mencintai mereka. Itu sudah cukup bagi mereka.
-tamat-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar