“ham.. maaf kan. aku.. aku tidak bisa..” Seorang gadis berambut
sebahu tersebut berujar pelan di hadapan ilham, pemuda berambut belah
tepi, berkacama minus tersebut.
“kenapa..?” balas ilham ke sari, sang gadis berambut sebahu tersebut..
“a.. a.. aku masih mencintainya, maafkan aku ilham..” ujar gadis
tersebut lirih sembari menutup mukanya dengan perasaan yang begitu
bersalah, ia seperti tak tega mengatakan hal tersebut ke ilham, namun ia
juga tak bisa menahan untuk memendamnya lebih lama.
“kenapa..?” Kata kata itu terucap kembali dari mulut ilham, perih
hatinya ketika mendengar hal tersebut, seluruh saraf di tubuhnya terasa
mau lepas. ia masih tak percaya apa yang ia dengar sehingga ia tak mampu
berkata-kata lagi.
“bayangannya masih menghantuiku,.. Ia memohon untuk kembali. maafkan
aku, ia sudah begitu lama di hatiku, susah rasanya.. Maafkan aku” Suara
sari semakin pelan..
“jika kau ingin marah, jika kau ingin menghujatku, jika kau ingin
memakiku, lakukanlah.. aku memang bersalah..” Lanjut sari lagi.
“ta. tapi.. tapi kenapa.. kau sudah janji kan..” Jawab ilham lirih..
“kau sudah berkata iya kan..?” Jawab ilham lagi, masih dengan rasa tidak percaya
“iya.. kata-kata yang telah bertahun-tahun aku tunggu terucap darimu,
sesuatu yang sudah lama aku tunggu..” ujar ilham dengan nada semakin tak
berdaya.
“hee.. padahal baru beberapa hari.. bahkan aku merasa belum memilikmu..”
ujar ilham dengan tersenyum getir, tangannya gemrtar, hatinya
meletup-letup, ia masih tak percaya
“maafkan aku.. aku memang bodoh, maaf..” ujar sari pelan
“hehe. kenapa ia harus kembali.. dan begitu mudahnya merebut kau kembali
dariku setelah semua yang ia lakukan..” Sambung ilham masih dengan
tertawa getir.
“maafkan aku. maaf.” ujar sari mengulangi perkatannya lagi.
“iya.. Aku sadar.. aku sadar.. ia tampan, kaya, gaul, keren.. hemm
sedangkan aku, hanya mahasiswa sederhana yang jauh dari rupawan.. aku
sadar..” tiba-tiba ilham berujar lirih, kapalanya mengada ke atas.
Meski hatinya mendidih.. tampaknya ilham mencoba untuk menerima ini
dengan pelan dan ikhlas, bukan sifat ilham yang akan marah dan membentak
lawan jenisnya, sehingga ia memilih untuk bersabar.
“sari..” ujar ilham mantap. kini ilham sepenuhnya bisa mengendalikan dirinya
“maaf..” Ujar sari lagi, ia tak tau harus berkata apa sehingga ia hanya
bisa berkata itu dan menundukan kepalanya untuk menutupi rasa
bersalahnya.
“sari tatap wajah saya..”
“aku tidak bisa..”
“sari..!!!, tolonglah kali ini saja, ini yang terakhir..!!” Ujar ilham
keras mengagetkan sari dan orang-orang di restoran cepat saji di
bengkulu tersebut.
Mau tak mau sari menolehkan wajahnya ke ilham, takut ia sebenarnya,
namun sekuat tenaga ia paksakan, ia lihat mata ilham yang sendu di balik
kacamata minusnya yang sedikit melorot karena licin oleh keringat dan
mungkin air mata, tak sanggup ia melihatnya.
“sari.. aku ikhlas.. aku cinta kamu, aku merasa beruntung kau
mengatakannya sekarang, sehingga aku tak perlu sakit hati melihat mu
sedih ketika harus terpaksa bersamaku, cinta.. iya cinta sari.. cinta
itu tidak ada karena keterpaksaan”
“aku mencintaimu, kau mencintainya, ia mencintaimu.. Aku mengerti, aku
benar-benar mengerti perasaanmu..” sambung ilham dengan tegar
“alasan kita berada disini, makan berdua disini di restoran cepat saji
di bengkulu ini, bertemu disini, tentulah alasannya karena cinta, meski
dengan dimensi yang berbeda.. kau mencintainya sehingga kau harus
mengatakan ini, aku mencintaimu oleh karenanya aku berada disini untuk
bersamamu.. Ia memohon kepadamu, juga karena ia begitu mencintaimu..”
“aku sadar.. maafkan aku telah hadir, meski ketika waktu itu hatimu
kukira kosong, ternyata masih rongganya dipenuhi olehnya.. manusia
mungkin tempatnya ikhlaf, namun manusia juga tempatnya ladang maaf, kau
memaafkannya karena telah mengkhiantimu dahulu, dan kini aku memaafkanmu
karena lebih memilihnya..”
“ilham.. hikss.. ma.. maafkan.. Aku..” tiba-tiba tangis sari terpecah.
“sudah.. Kau tambah jelek ketika menangis, aku benci itu..” ujar ilham sembari memberikan tisu ke sari.
“usap matamu nona, hari sudah malam, orangtuamu nanti khawatir, restoran
ini juga mau tutup, ayo pulang.. hee, pulang yuk..” ujar ilham
tersenyum meski hatinya tetap pilu, ia mencoba menahan dan mengunci
rapat rasa sakit itu.
“ilham..” ujar sari pelan.
Keduanya berjalan keluar restoran, sari menuju motornya, begitu pun ilham, segera menstarter motor bebeknya.
Sari tetap terpaku di motor tersebut, ketika ilham melewatinya sembari tersenyum sendu dan mengucapkan salam..
“maafkan aku ilham..” ujar sari lirih.
Ilham berjalan pelan sekali dengan motor bebek bututnya, ia buka
lebar–lebar kaca helmnya, membiarkan angin malam untuk mengunci erat air
matanya yang ingin tumpah deras..
“kenapa..” gumam ilham pelan
—
“ada saja hal didunia ini yang tercipta bukan untukmu.. Sadar ham..”
ujar kak samil pagi itu di kostan mereka berdua, setelah dengan santai
mendengar keluh kesah adik kelasnya ini sembari asik mengetik skripsinya
sendiri.
“aku tau itu kak.. tapi kenapa harus seperti ini, harus ketika aku sudah
merasa memilikinya, ketika semuanya sudah terasa begitu indah..” Keluh
ilham lagi,
“sudahlah.. Kau jangan bodoh ham, kau masih semester 5, masih banyak
yang harus kau kejar.. kuliah, organisasi, mencoba mencari penghasilan
sendiri, sibukan dirimu dengan itu..” nasihat kak samil.
“cinta akan datang tepat ketika kita memang benar membutuhkannya,
sekarang tuhan menganggap ada hal yang lebih penting yang harus kau
pikirkan, sehingga ia menghalangimu untuk merasakan cinta semu itu.”
“ingatlah.. Ada gadis yang jauh lebih baik yang tengah menunggu kau hampiri, percayalah.”
“baiklah kak..” ujar samil pelan, perlahan ia mulai sadar akan nasehat yang diberikan kak samil.
“owh. iya.. bagaimana dengan lomba animasi yang akan kau ikuti itu,
sudah selesai belum..?” tanya kak sambil tiba-tiba.. mengagetkan ilham
dari lamunan panjangnya.
“astaga, deadline tinggal 1 hari lagi..!!!” Seru ilham, sembari bergegas keluar dari kamar kost kak samil..
“mau kemana kau?” teriak kak samil.
“ke kampus kak, aku harus mendownload formulir pendaftaran lomba animasi
itu.. aku benar-benar lupa karena masalah ini, padahal animasi ku sudah
tahap finishing..” teriak ilham sembari berlari menuju kampus tanpa
mandi terlebih dahulu..
“ahaha.. dasar anak muda..” gumam kak sambil, menyadari bahwa tak terasa
ia juga sudah tak muda lagi namun belum juga menyelesaikan skripsi.
Tempat kost ilham berada di daerah kelurahan sukamerindu yang lumayan
jauh dari kampusnya universitas bengkulu, dengan motor bebek merah
kebangganannya ia segera tancap gas menuju kampus, hari ini memang ada
perkuliahan namun nanti siang baru dimulai.
Lab komputer fakultas ekonomi yang segera ia tuju tampaknya sudah
buka, ilham memang mahasiswa jurusan akuntansi di fakultas ekonomi di
universitas bengkulu ini, itulah mengapa ia tampak lebih akrab dengan
lab ini dari lab komputer lain di universitas bengkulu.
“wehhh.. Pagi-pagi udah datang aja kamu ham, sudah mandi belum..?” Seru
welly mahasiswa semester akhir di fakultas ekonomi ini yang bertugas
menjaga lab komputer.
“belum bang.. ntar aja ini ada yang lebih penting..” jawab ilham
sekenannya ke kakak tingkatnya itu sembari segera menghidupkan salah
satu komputer di lab tersebut.
Ia segera membuka website tempat pendaftaran lomba tersebut,
tangannya juga sigap memasang flashdisk yang ia bawa dari rumah, untuk
segera menguplod ke website yang ia tuju.
PENDAFTARAN TELAH BERAKHIR PADA PUKUL 00.00 MALAM INI
Tulisan besar tersebut terpampang jelas di layar monitor di hadapan
ilham, ia seakan tak percaya, satu lagi kesialan yang harus ia rasakan..
“arggghhh..siiaalll..” teriak ilham keras.
“woi napa tuh..” seru bang welly kaget mendengar teriakan ilham.
“ahhh.. Siall.. Udah telat bang..” jawab ilham pelan.
“itulah mangkanya sibuk lagi kamu sama cewek, udah orang bilang dari kemaren-kemaren.” Ujar bang welly mengejek ilham.
“kamu itu udah orang bilang deadline-deadline tapi kamu sibuk malah cari hadiah untuk ulang tahun cewek itu..” lanjut bang welly
“yah. gimana bang.. Aku merasa harus melakukannya.” sesal ilham
“jadi.. gimana? Setidaknya meski lomba mu gagal, kamu masih ada si sari
yang jadi penghiburmu kan, sekarang dia sudah jadi kekasihmu?” ujar bang
welly
“dia dah balikan sama mantannya lagi bang..” Ujar ilham lirih.
“Whahahahahaha, udah jatuh tertimpa tangga pula..” Ejek bang welly, bang
welly memang terkenal ceplas ceplosnya, sehingga seperti ia tak
mengerti perasaan, meski sebenarnya tak 100 persen seperti itu.
“asem lu bang.. Hibur saya kek..” ujar ilham sewot
“ahahaha.. udah.. sabar. sabar.. aku dulu juga dah sering kaya gitu, dan
sekarang kamu lihat sendirikan, welcome back to jojoba masbroo,
whahahaha, jomblo jomblo bahagia..” Seru bang welly yang merupakan salah
satu mahasiswa jomblo abadi di kampus mereka.
“yaelahh.. Pantesan senang, dasar..” Balas ilham
“udah.. ane saran tuh animasi yang kamu buat, dah share aj di facebook,
di youtube kek, di manalah yang gratis, siapa tau ada produser hebat
yang tertarik dengan animasimu, atau. kamu malah bisa terkenal seperti
norman kamaru kalo posting di youtube, whahahahaha” canda bang welly
meski terlihat bergurau, candaan tersebut ada benarnnya juga pikir
ilham, segera ia upload video animasi buatannya ke youtube.. siapa tau
memang beneran terkenal, khayal ilham.
Dua hari telah berlalu setelah peristiwa naas beruntun yang di alami
ilham, ia sudah agak lupa dengan peristiwa itu, beberapa tugas di
kampusnya dan kegiatan di organisasi membuatnya tak terlalu
memikirkannya lagi.
Sembari tidur-tiduran di kostnya, ia lihat keluar bulan purnama tengah
bersinar begitu terangnya, sempat ia bergumam, adakah sosok gadis disana
yang akan jadi teman sejatinya yang juga melakukan hal yang sama.
Entah angin apa yang membuat ilham untuk iseng membuka facebook lewat hapenya malam itu seusai pulang dari kuliah.
ia tekan beberapa tombol untuk memasuki dunia maya tersebut. Semenjak
putus dari sari, ilham seakan malas untuk membuka facebook, namun hari
ini tampaknya suasana yang begitu suntuk di kostan membuatnya membuka
facebook tersebut.
Ia lirik ada beberapa pemeberitahuan, dan sebuah permintaan teman di
halaman facebooknya, ia abaikan pemberitahuan tersebut dan iseng mencek
permintaan teman tersebut..
Siapakah gerangan? Gumam ilham.
Ia cek pemilik akun bernama lengkap nira marselina tersebut, gambar
foto kartun berkerudung merah menjadi Photo profilenya, ia cek lagi,
heran juga siapa gadis ini, karena tak ada satu pun teman yang sama
dengan si nira ini, dan lagi tempatnya..
“makassar..?, jauh sekali?” gumam ilham
Karena penasaran, ia kirimkan message ke nira, kenapa sampai ia mengadd
ilham, padahal tempat mereka begitu jauh, ilham di bengkulu, nira di
makassar. jarang-jarang ada gadis yang mengadd ilham soalnya.
Beberapa menit belum ada balasan dari si empunya, akhirnya dia abaikan
pesan tersebut dan meraih laptop abu-abunya untuk membuat tugas dan
proposal yang diajukan organisasinya.
Esok paginya, ilham masih penasaran dengan gadis yang mengadd nya
kemarin, ia cek perlahan dan ada sebuah pesan masuk, dan dari nira!!!
“hai, aku nira, salam kenal.. maaf aku mengadd mu tanpa perkenalan
terlebih dahulu, aku kemarin iseng-iseng buka-buka animasi indonesia di
youtube, dan tak sengaja aku ketemu yang kamu, mantep.. kebetulan aku
suka animasi, hehe..”
Pelan-pelan ilham kembali membaca, massage dari nira tersebut, masih tak
percaya dia, apa mungkin ya?, bangga juga ketika karya kita disukai
orang lain.
“owh.. Terima kasih banyak nira, salam kenal juga saya ilham, masih
belajar soal animasi.. apakah kamu seorang animator juga?” tanya ilham
masih melalui pesan facebook
Beberapa menit kemudia munculah pesan balasan dari nira
“haha. tidak.. aku ngak bisa buat animasi, aku Cuma suka aja, apalagi
yang buatan lokal. hehe.” balas lagi gadis di ujung sana tersebut.
Keduanya berchating ria tanpa henti pagi itu, kebetulan keduanya tak
kuliah sehingga bisa meluangkan banyak waktu untuk sekedar bercerita
tentang berbagai hal, mulai dari pribadi masing-masing hingga seputar
dunia animasi, nira begitu antusias ketika mendengarkan ilham bercerita,
keduanya perlahan akrab tanpa mereka sadari.
“jadi kau sekarang masih kuliah ya? Semester berapa?” tanya ilham di
suatu sore yang mendung kepada nira masih melalui chatting facebook,
“iya, aku baru mau masuk semester 5 nih, aku kuliah di fakultas sastra
di universitas hassanudin, kamu sendiri bagaimana?, apa disana ada
fakultas animasi ya?, soalny animasimu keren, hehehe” balas nira
“ahahaha, mana mungkin lah di kota kecil ini ada fakultas animasi,
jangankan itu, komunitasnya pun sangat susah untuk dicari, disini
kebanyakan pemudanya asikan pacaran sih, hahaha, owh semester 5 ya, sama
bearti, aku kuliah di fakultas ekonomi, prodi akuntansi tepatnya.”
“yahhh.. susah ya kalau nda ketemu teman sehobi di kotanya, aku dulu
juga sempat sebel sih, aku hobi nulis naskah tapi temen disini pada ngak
ada yang hobi, mereka sibuk dengan pacarnnya masing-masing, jadi sebel,
hufft..” balas nira
“hehehe, ya.. emangnya kamu ngak sibuk sama pacarmu juga?” canda ilham
“yeee.. Aku ngak punya pacar kok..”
“masa. sih? percaya ngak yaaa? Masa nda ada cowok makassar yang jatuh
cinta sama kamu, kamu itu..” Balas ilham, ia tak melanjutkan
ketikkannya, namun sudah terlanjur terkirim ke lawan chattingnya disana
“aku itu apa?!” balas nira sedikit ketus.
“kamu itu, eee.. apa ya?” ilham masih bingung untuk mengetiknya, ia
ingin bilang cantik, namun tak mungkin ia utarakan kepada gadis yang
baru ia kenal di dunia maya ini, bahkan mereka tak bakal mungkin ketemu,
ilham tak mau jatuh cinta kepada orang yang tak mungkin bisa bertemu.
“apaaa..? tanya nira penasaran
“kamu itu.. Kocak.. wkwkwkwkwkw, kenapa ngarep dibilang manis yaa? Yeee
enak aja.. hahahaha” balas ilham berbohong terhadap perasaannya
“ihhh.. Kamu itu kebangetan isengnya, bikin sebel.. huftt..” ujar nira kesal dengan kelakuan ilham yang begitu iseng
“maaf.. maaf dehh.. Suerrr.. ini bujang raflesia yang minta maaf..” balas ilham.
“haaa? Bujang raflesia? Apa itu?..” tanya nira penasaran..
“ya.. bujang.. bujang itu pemuda yang belum nikah..”
“yeee.. itu aku udah tau..”
“teruss..”
“itu bujang raflesia?, setau aku raflesia itu bunga khas bengkulu kan?”
“iya sih, jadi.. Aku itu bujang raflesia.. yang Cuma bisanya jadi parasit ahahahaha..” Balas ilham ngak jelas.
“apaan itu?, ngak masuk akal ah.. hemmm”
“ye. yee.. anak sastra kok nda bisa filosofi sih.. bujang raflesia itu
sebutan untuk saya sendiri, yang nda punya pasangan, tapi bakal mekar
dimana saja, di tempat yang membutuhkan cinta. hehehehe” ujar ilham lagi
“bisa mekar di losari donk bearti?” ujar nira keceplosan..
“haaaa..?!” Ujar ilham kaget
“eh. ngak. ngak ada.. Ehhmmm. udah ya aku mau bantu temanku dulu ya,
bye..” ujar nira gelagapan, ia mematikan facebooknya untuk menutup rasa
malunya tersebut ia masih tak percaya bisa-bisanya keceplosan ngomong
seperti itu..
“ya..ya. udah deh.. selamat membantu temannya ya” balas ilham singkat
Ilham tertawa sendiri mengingat percakapan barusan, wajahnya bersemu
membuat kak samil yang masih asik membuat skripsi ikut kebingungan.
“kenapa hamm.. Nyengir-nyengir sendiri..”
“ngak kok, hehe..” jawab ilham cengengesan meninggalkan kak samil
sendiri, ia bergegas menuju kampusnya, rencananya ia mau ke lab, untuk
melihat perkembangan proyek animasi selanjutnya yang ingin ia buat
bersama bang welly.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar