Ya, seperti biasanya aku terduduk di kursiku yang terletak di pojokan
paling pinggir di kelas, ditemani buku jurnal dari kulit hadiah dari
ayah, sambil menatap semua keributan di dalam kelas. Tak ada seorang pun
yang peduli dengan keberadaanku, bahkan mungkin mereka tak tau namaku,
rasanya aku benar-benar ingin bergabung di lingkaran itu semuanya
tertawa bahagia, seakan dunia ini hanya milik mereka saling bercanda
satu sama lain ataupun berbagi pengalaman.. aku hanya menatap lingkaran
itu dengan penuh harapan apakah ada seseorang yang mau mengajakku
bergabung? rasanya itu mustahil tetapi mungkin tidak untuk hari ini..
Seperti biasanya lagi asik-asik termenung melihat keributan di satu
lingkaran itu, seorang cowok menatapku tajam dahinya berkerut ia
membisikkan sesuatu ke teman sebelahnya, teman sebelahnya itu menatapku
sebentar dan menegakkan bahunya “aku juga gak tau.. yuk main lagi!”
cowok itu kembali tenggelam asik bermain, huaaah!! Aku rasanya senang
mungkin cowok itu sadar dengan keberadaanku!! Walaupun dia cuek lagi sih
tapi yang penting aku senang ternyata ada juga orang yang mau
ngelihatku setidaknya aku ini bukan makhluk halus…
Keesokan harinya aku datang pagi-pagi sekali belum ada satu orang pun
datang aku langsung duduk di kursiku dan ngisi diari tapi lagi-lagi
sesuatu terjadi! Tiba-tiba Cowok yang ngelihat aku kemarin datang dengan
gayanya yang dingin ia masuk kelas dan menatapku lagi lebih lama aku
jadi sedikit salah tingkah, suasana begitu sepi mencekam, aku rasanya
ingin ngajak bicara tapi mulutku ini rasanya kaya ada lem tetap diam..
“hmmm” cowok itu bergumam “kenapa?” spontan aku bertanya ada sedikit
rasa bangga di hatiku “gak ada.. kamu stella kan?” tanyanya dengan
gayanya yang super dingin.. aku tak percaya! Dia tau namaku bahkan aku
saja tak tau siapa namanya “ya.. kamu sendiri siapa?” tanyaku lagi, ia
menatapku bingung “kau ini benar-benar gak gaul ya sepopuler ini aku di
sekolah kamu gak tau namaku? Jangan-jangan kamu gak hafal lagi nama-nama
teman di kelas” katanya membuatku terkejut lalu menunduk “maaf..”
kataku begitu halus “hahaha” dia malah tertawa! Duh tambah manis aja nih
cowok… aku bingung dan menatapnya begitu dekat “kenapa malah tertawa?”
“gak.. kamu polos banget.. aku kan Cuma bercanda namaku Irfan oh iya
tapi yang populer itu betulan ya!” katanya cekikikan, aku Cuma tersenyum
senang.. duh akhirnya aku dapet teman… ganteng lagi! “kamu manis loh
kalau senyum gitu” katanya tiba-tiba membuat pipiku memerah “makasih..”
kataku, dia tertawa lagi dan mencubit pipiku “sip cewek aneh!” katanya
tersenyum usil.. haah aku harap sekarang ia tak dapat mendengar degupan
jantungku yang berdetak begitu cepat.
Waktu istirahat seperti biasa aku sendirian tidak ada satu pun teman
yang mau mengajakku main atau jajan di kantin jadi aku hanya duduk
sendiri menikmati bekal buatan ibu sambil tersenyum-senyum mengingat
kejadian tadi pagi.. “heey Stella!” aku mendongak tak percaya seseorang
memanggil namaku dari lingkaran ternyata dia! Irfan, dia memanggil
namaku! “aku?” tanyaku masih tak percaya “iya sini! Ayo gabung” ajaknya,
aku terperangah dan mengangguk semangat “iya.. iya aku gabung” aku
duduk di sebelahnya woaah!! Mungkin hari ini sejarah bagiku akhirnya aku
bisa bergabung di lingkaran itu! Walaupun semuanya tak peduli
keberadaanku disitu mereka masih sibuk cekikikan tak menghiraukanku
hanya Irfan yang tersenyum menatapku..
“HEY HEY kalian tau gak nih aku dibeliin ibuku majalah baru gamesnya
seru seru loh!” teriak seorang cewek kalau gak salah namanya Sera aku
tau namanya karena dia cewek yang paling heboh dan ribut di kelas “oh
ya? Lihat dong kamu sih Cuma ngasih tau aja!” “iya-iya aku bawa nih!”
dia menyerahkan majalah itu “eh! Eh main sambung kata yuk!” kata Irfan
tiba-tiba, semuanya mengangguk setuju “yook udah lama gak main tumben
nih pangeran irfan mau main gituan” Sera tersenyum usil yang lainnya
tertawa aku hanya tersenyum simpul “oke dari Stella ya!” seru irfan
menyebutkan namaku aku hanya diam canggung yang lain juga bingung
“stella? Siapa tuh jangan ngigau deh faan” tanya salah satu cowok “ini
nih Stella.. oh iya aku lupa ngasih tau kalian ya dia gabung sama kita
hari ini” jelas Irfan menunjukku, aku tertunduk malu yang lain hanya
menganggukkan kepala “ooh namanya Stella aku jarang sih ngelihat dia
soalnya diam-diam menghanyutkan hehe” sahut Sera tersenyum melihatku..
aku benar-benar tak percaya sekarang!! Ternyata selama ini aku salah
mereka ternyata sadar akan keberadaanku “buruan Stella kamu duluan!”
kata Irfan aku menatapnya bingung “maaf teman-teman aku gak ngerti cara
mainnya” ujarku polos semuanya terdiam beberapa menit kemudian Irfan
tertawa terbahak-bahak memegang perutnya gara-gara dia semuanya juga
ikut tertawa aku melihat mereka bingung “ada yang salah?” tanyaku, “gak
papa.. aku ajarin deh cara mainnya, kamu sebutin aja satu benda” pinta
Irfan.. “piano” kataku pelan “NODA” “DASI” “SINGA” “GAPTEK” “TEKO” Irfan
dan yang lainnya mulai menyambung kata sekarang giliranku lagi.. aku
udah mulai ngerti cara mainnya tapi masih canggung “ko…” “KONDANGAN”
kataku keras.. semua teman-teman tergelak lagi “hahaahaha mana bisa
kondangan itu kan bukan bahasa indonesia kamu keluar!” kata Sera
cekikikan.. aku mengangguk ngerti ternyata yang salah harus keluar.. aku
mundur sedikit dari lingkaran dan menatap Irfan yang terlihat semangat
tak sadar aku tersenyum melihatnya “makasih irfan.. aku belum pernah
merasa sebahagia ini” kataku dalam hati.
Semenjak kejadian itu beberapa teman di kelas mulai mengenalku bahkan
aku mulai akrab sama mereka tak ada yang bisa mengalahkan rasa bahagia
ini.. sekarang aku tak perlu menatap lingkaran itu penuh harapan lagi
karena aku salah satu dari bagian lingkaran itu. Ketika jam istirahat
Tiba-tiba Irfan memanggilku ia mengenggam tanganku dan berbisik “Stella
ayo ke kantin!” aku menatapnya begitu lama.. dia tersenyum manis dan
mencubit pipiku “ayo tunggu apa lagi?” katanya “aku Cuma mau bilang ke
kamu..” aku menunduk berusaha tidak menatap senyuman mautnya itu “thanks
for everything” kataku dan mengenggam tangannya lebih erat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar